...HOLA...CIAO...HALO...ALOHA...THANK YOU FOR VISITING MY BLOG...WISH YOU COMEBACK TOMORROW...SEE YOU...

Monday, August 1, 2011

MENGONTROL KOLESTROL


Pertama tama apakah kolestrol itu?
Kolesterol adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam liver dari makanan berlemak yang kita makan. Kolesterol diperlukan tubuh untuk membuat selaput sel, membungkus serabut saraf, membuat berbagai hormon dan asam tubuh. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena tidak larut dalam air. Untuk mengedarkannya, diperlukan molekul pengangkut yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu high density lippoprotein (HDL) dan low density lippoprotein (LDL).
Untuk mengendalikan kolesterol agar tidak terlalu tinggi dengan metode terapi nutrisi, ternyata dapat ditemukan dibanyak makanan antikolesterol yang berada dalam kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat.
Mengkonsumsi makanan dengan meningkatkan asupan protein nabati, sayuran bergizi yang berlebihan dapat menurunkan kadar kolesterol.
Ingin tahu makanan apa saja yang melawan kolestrol? Simak tips di bawah ini diambil dari sumber yang berbeda.


1. Jamur
Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak (LDL) dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan almond.


2. Benih Semangka
Jangan meremehkan kuaci, karena kuaci mengandung zat tembaga yang berlimpah. Diet rendah dan asupan tembaga berkaitan dengan tinggi kadar kolesterol LDL, dan kurangnya kolesterol baik HDL. Sering sering makan biji semangka, biji labu atau biji bunga matahari.



3. Jeruk Nipis
Diantara berbagai jenis jeruk, jeruk nipis atau lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini dapat menghambat produktivitas LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid juga dapat ditemukan dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang dan buah delima.



4. Apel
Banyak serat larut ditemukan dalam apel merupakan sumber beta glucan. Di dalam tubuh, beta glucan berpartisipasi dan mengontrol penyerapan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah dimakan dengan kulit (apel dan pir), wortel, kacang polong dan sayuran lain, kacang-kacangan pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan Tolo kacang-kacangan) dan beras merah.



5. Ikan Tuna
Termasuk sumber omega-3 asam lemak yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol LDL.


6. Jambu Merah
Sama seperti tomat merah dan merah semangka, jambu biji merah yang kaya lycopene lokal. Likopen terlibat dalam mengendalikan produksi kolesterol.


7. Alpukat
Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berkontribusi untuk mengurangi kadar kolesterol darah.


8. Kacang
Kacang kulit yang dipanggang di oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa mengunci untuk mencegah kerusakan radikal bebas kolesterol LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung.



9. Mangga
Vitamin C banyak tersedia di mangga. Sumber lain: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dll), pepaya, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol LDL teroksidasi, sehingga menghindari pembentukan plak di dinding pembuluh darah.

No comments: